Abstract
Artikel ini menelaah moneterisasi dan respon atasnya di Nusantara, khususnya di Minangkabau. Penyusunan nya menggunakan metode penyusunan yang dikenal pada umumnya dalam metode penyusunan sejarah modern : heuristik , kritik intern-ekstern ; interpretasi ; dan ekplanasi dalam bentuk historiografi. Dari artikel ini dihasilkan: 1). Kehadiran kolonial mengintensifkan ekonomi uang (moneterisasi) ke dalam masyarakat tradisional yang sebelumnya belum begitu terasuki secara nyata ke dalam sistem ini . Prosesnya berlangsung l ewat dua periode penting kolonialisme: Sistem Tanam Paksa & Liberalisasi Ekonomi . 2). Implikasinya: i katan kolektif merenggang dan ketergantungan baru kepada negera kolonial dengan ekonomi uangnya yang individual meningkat , serta masyarakat mengalami k eterbelahan yang menciptakan keadaan anomie , suatu masyarakat yang terguncang secara sosiologis. 3). Kondisi ini direspon dengan terbentuknya perkumpulan simpan-pinjam maupun syarikat-syarikat usaha atau kongsi-kongsi bersama. Hal ini untuk menciptakan usaha kolektif yang telah terkikis oleh sistem kapital yang cenderung individualis. Usaha ini mengeras dalam bentuk/formulasi yang lebih baku: Koperasi. Namun. sepanjang sejarah, koperasi tidak dapat tumbuh, menjadi dominan, dalam mengimbangi perkembanga ekonomi uang yang semakin mapan.
Cite
CITATION STYLE
Arsa, D. (2019). SJARIKAT SIMPAN-PINJAM DAN KONGSI OESAHA: RESPON ATAS MONETERISASI KOLONIAL. HUMANISMA : Journal of Gender Studies, 2(2), 110. https://doi.org/10.30983/jh.v2i2.812
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.