Abstract
The problem that occurs in the implementation of Kurikulum Merdeka is the limited of differentiated and integrated Computational Thinking (CT) teaching materials provided by the government which can be used by teachers to direct students to think computationally thinking while focus to students' learning needs, especially in science learning which is a developmental milestone of science development. The aims of the research are to analyze students’ needs and character mapping of students toward the development of differentiated digital modules integrated CT in science subject. The method used in this research is a qualitative descriptive method involving 10 junior high schools that have implemented Kurikulum Merdeka. The population in this study was 19,034 students of 101 junior high schools in Bireuen District. Meanwhile, the sample used in this research was 260 junior high school students from 10 schools in Bireuen District. From the results of data analysis, it was found that the proportion of learning styles for junior high school students in Bireuen District is dominated by auditory learning styles. Furthermore, the distribution of multiple intelligences is dominated by students with logical/mathematic intelligence. Lastly, the student perceives that science learning is enjoyableHadirnya RI 4.0 membawa serangkaian perubahan pada berbagai aspek kehidupan manusia termasuk bidang pendidikan. Terkait ini, pemerintah menetapkan kebijakan implementasi kurikulum merdeka sebagai kurikulum opsional dalam memulihkan pembelajaran yang mengalami learning-loss akibat pandemic Covid-19. Masalah yang terjadi dalam implementasi kurikulum merdeka adalah terbatasnya bahan ajar berdiferensiasi dan terintegrasi Computational Thinking (CT) yang disediakan pemerintah yang dapat digunakan guru dalam mengarahkan peserta didik untuk berpikir secara Computational Thinking namun tetap memperhatikan kebutuhan belajar peserta didik terutama pada pembelajaran IPA yang merupakan tonggak perkembangan IPTEK. Penelitian ini bertujuan untuk menganasisis kebutuhan dan pemetaan karakter peserta didik terkait dengan pengembangan modul digital berdiferensiasi terintegrasi CT pada mata pelajaran IPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekskriptif kualitatif yang dilakukan pada 10 (sepuluh) sekolah menengah pertama yang sudah menerapkan kurikulum merdeka. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP di Kabupaten Bireuen yang berjumlah 19.034 dari 101 sekolah. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 260 siswa SMP dari 10 sekolah di Kabupaten Bireuen. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa data analisis kebutuhan peserta didik serta karakteristik peserta didik sangatlah beragam.
Cite
CITATION STYLE
Fatimah, F., & Muamar, M. R. (2024). Analysis of Students’ Needs and Characteristics toward Science to Support Differentiated Learning of Kurikulum Merdeka. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(5). https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i5.6731
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.