Abstract
Pembelajaran matematika di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1973. Ketika pemerintah mengganti pembelajaran berhitung di sekolah dasar menjadi pembelajaran matematika. Sejak saat itu mata pelajaran matematika menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar. Tetapi kenyataanya yang terjadi, walaupun sekolah di Indonesia sudah mempunyai pengalaman cukup lama dalam menerapkan mata pelajaran matematika, ternyata hasil yang dicapai masih belum memuaskan. Beberapa hal yang menjadi ciri praktek pembelajaran matematika di Indonesia adalah pembelajaran berpusat pada guru. Praktik pendidikan yang selama ini berlangsung di sekolah ternyata sangat jauh dari hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Menurut Depdiknas tahun 2001 tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar yaitu pendidikan yang menjadikan siswa sebagai manusia yang memiliki kemampuan belajar untuk mengembangkan potensi dirinya, mengembangkan pengetahuan lebih lanjut dan mampu menyelesaikan berbagai masalah. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya kemampuan siswa dalam aspek kemampuan pemecahan masalah. Persoalan ini terjadi pada kelas V MI Ma’arif NU Darur Abror Kedungjati ketika guru memberikan soal yang mengukur aspek kemampuan pemecahan masalah, siswa masih kesulitan. Guru juga masih kebingungan dalam mengajarkan matematika untuk meningkatkan aspek kemampuan pemecahan masalah. Hal ini dikarenakan pembelajaran selama ini terpaku kepada modul, pemberian jenis soal rutin dan guru hanya memberikan rumus secara umum tanpa menggali kemampuan siswa padahal menurut Hans Frudhental bahwa matematika merupakan aktivitas insani dan harus dikaitkan dengan realitas. Karena matematika tidak terlepas dari permasalahan kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa perlu diberikan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Karenanya, peneliti ingin melalukan eksperimen tentang pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, (2) apakah terdapat perbedaan pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik teerhadap kemampuan pemecahan masalah siswa berkemampuan kategori tinggi, sedang dan kurang pada kelompok eksperimen. Penelitian ini berupa penelitian studi kasus dengan menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di MI Ma’aarif NU Darur Abror Kedungjati tahun pelajaran 2017/2018. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI. Dari populasi tersebut peneliti menggambil sampel di kelas V MI Ma’arif NU Darur Abror Kedungjati dengan teknik purposif sampling. peneliti mengambil dua kelas, yaitu kelas VA sebagi kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data penggunakan uji beda rerata dan N-gain dengan uji statistik Mann Whitney dan Kruskall-Wallis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, (2)tidak terdapat perbedaan pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa berkemampuan kategori tinggi, sedang dan kurang pada kelompok eksperimen.
Cite
CITATION STYLE
Oftiana, S., & Saefudin, A. A. (2017). PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SRANDAKAN. MaPan, 5(2), 293–301. https://doi.org/10.24252/mapan.v5n2a10
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.