Abstract
Flooding is a major natural disaster that substantially risks agricultural productivity, particularly rice cultivation. In Padang city, the severity of flood impacts has increased due to climate change. This study identifies and analyzes flood risk management strategies in paddy farming areas. The research used a descriptive approach supported by quantitative secondary data from government reports, insurance claim records, and climate-related publications. Data analysis involves risk mapping and descriptive statistics to assess patterns of flood impact and response strategies. The results indicate that effective flood risk management involves using flood-resistant rice varieties, constructing and maintaining irrigation and drainage systems, and participating in the Paddy Farming Insurance (AUTP). Risk Mapping shows that floods have the lowest impact compared to other floods or disasters. In Padang City, floods have not impacted 75% of AUTP insurance claims. Strategies that farmers and stakeholders can implement are preventive and mitigations. Preventive strategies include improving drainage systems and using flood-resistant crops, while mitigation involves early warning systems, weather forecasting, crop insurance, and post-flood management. However, barriers like insufficient funding, limited farmer awareness of technology, and poor infrastructure hinder adoption. Government support primarily benefit smallholder farmers-those most vulnerable to climate-related risk by offering technical assistance, financial subsidies, and encouraging AUTP participation. By implementing these strategies, agricultural resilience can be strengthened, contributing to national food security.Banjir merupakan bencana alam utama yang secara signifikan mengancam produktivitas pertanian, khususnya budidaya padi. Dampak banjir di Kota Padang semakin parah seiring dengan pemanasan global akibat perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi manajemen risiko banjir di lahan pertanian di Kota Padang. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif yang didukung oleh data sekunder kuantitatif yang bersumber dari laporan pemerintah, data klaim asuransi dan publikasi terkait dengan iklim. Analisis data dilakukan dengan pemetaan risiko dan statistic deskriptif untuk menilai pola dampak banjir dan strategi penanganannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas padi tahan banjir, Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi yang memadai, serta keikutsertaan pada program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) merupakan bagian dari manajemen risiko banjir yang efektif. Pemetaan risiko menunjukkan bahwa banjir memiliki dampak paling rendah dibandingkan bencana lainnya. Di Kota Padang, banjir tidak berkontribusi terhadap 75% klaim asuransi AUTP. Strategi yang dapat diterapkan oleh petani dan pemangku kepentingan meliputi tindakan preventif dan mitigatif. Strategi preventif antara lain perbaikan sistem drainase dan penggunaan tanaman tahan genangan, sedangkan strategi mitigatif mencakup sistem peringatan dini, prakiraan cuaca, asuransi pertanian, dan manajemen pasca banjir. Namun, masih terdapat hambatan seperti keterbatasan dana, rendahnya kesadaran petani terhadap teknologi, dan buruknya infrastruktur yang menghambat penerapan strategi tersebut. Dukungan pemerintah terutama ditujukan kepada petani skala kecil—kelompok yang paling rentan terhadap risiko iklim—melalui bantuan teknis, subsidi keuangan, serta dorongan untuk berpartisipasi dalam AUTP. Dengan menerapkan strategi ini, ketahanan pertanian dapat diperkuat sehingga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Cite
CITATION STYLE
Paloma, C., & Mutiara, V. I. (2025). Risk Management: Socio-economic Impact of Flooding on Rice Farming in Padang City. Journal of Integrated Agribusiness, 7(1), 13–28. https://doi.org/10.33019/jia.v7i1.6332
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.