Abstract
Periode postpartum merupakan periode kritis bagi ibu, sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan, dan 50% kematian postpartum terjadi dalam 24 jam pertama persalinan. Masa ini merupakan masa transisi yang penting, namun dalam perawatan kesehatan wanita, ini menjadi aspek yang sering diabaikan. Persiapan masa nifas yang tidak diberikan sejak masa kehamilan, menyebabkan ibu tidak mengetahui cara perawatan diri dan bayinya dengan baik. Salah satu jembatan untuk mengoptimalkan upaya edukasi postnatal adalah melalui pengembangan aplikasi “Bidanku” yang berisi informasi dan manajemen perawatan yang dapat digunakan sebagai panduan bagi ibu nifas, sehingga dapat menjalani masa nifas dengan sehat, selamat, dan sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penerapan aplikasi “bidanku” terhadap peningkatan pengetahuan dan efikasi diri ibu nifas. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen pre-post test design with control groups yang dilakukan di Kota Bandung dengan subjek ibu nifas yang terdiri dari kelompok intervensi dan kontrol dengan masing-masing sampel sejumlah 30 ibu nifas. Analisis menggunakan uji Mann Whitney untuk kelompok tidak berpasangan dan uji Wilcoxon untuk kelompok berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan dan efikasi diri ibu nifas antara kelompok kontrol dan perlakuan dengan nilai p<0,05. Aplikasi “Bidanku” dapat dijadikan alternatif media edukasi dalam asuhan kebidanan pada ibu nifas.
Cite
CITATION STYLE
Farhati, F., Fatimah, Y. U., & Sriyanti, C. (2023). PENGARUH PENERAPAN APLIKASI “BIDANKU” TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN EFIKASI DIRI IBU NIFAS. JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, 15(2), 423–431. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v15i2.2407
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.