Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam perspektif ekonomi Islam dan menelaah relevansinya dengan tujuan Maqashid Syariah. IPM sebagai indikator pembangunan yang mencakup dimensi pendidikan, kesehatan, dan pendapatan menggambarkan tingkat kualitas hidup masyarakat. Dalam ekonomi Islam, pembangunan manusia dipahami secara lebih komprehensif, meliputi kesejahteraan material, spiritual, dan moral, sehingga indikator IPM memiliki titik temu dengan nilai-nilai inti syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, dengan mengkaji berbagai literatur terkait IPM, prinsip ekonomi Islam, dan konsep Maqashid Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen IPM memiliki keterkaitan signifikan dengan lima tujuan utama Maqashid Syariah, yaitu penjagaan agama (hifzh al-din), jiwa (hifzh al-nafs), akal (hifzh al-‘aql), keturunan (hifzh al-nasl), dan harta (hifzh al-mal). Keterkaitan ini menegaskan bahwa pembangunan manusia versi IPM dapat diperkuat melalui pendekatan syariah agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka-angka statistik, tetapi juga pada pembentukan kualitas manusia yang beretika, berdaya, dan berkeadilan. Oleh karena itu, integrasi IPM dengan prinsip Maqashid Syariah dapat menjadi strategi yang relevan dan aplikatif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Ekonomi Islam, Maqashid Syariah, Pembangunan Berkelanjutan, Kesejahteraan.This study aims to analyze the Human Development Index (HDI) from the perspective of Islamic economics and to examine its relevance to the objectives of Maqashid Sharia. HDI, as a development indicator that includes the dimensions of education, health, and income, reflects the overall quality of life within a community. In Islamic economics, human development is understood more comprehensively, encompassing material, spiritual, and moral well-being; therefore, HDI has a clear point of alignment with core Islamic values. This research employs a qualitative-descriptive approach through a literature review, examining various publications related to HDI, Islamic economic principles, and the concept of Maqashid Sharia. The findings indicate that the components of HDI are significantly connected to the five primary objectives of Maqashid Sharia, namely the preservation of religion (hifzh al-din), life (hifzh al-nafs), intellect (hifzh al-‘aql), lineage (hifzh al-nasl), and wealth (hifzh al-mal). This connection highlights that human development, as measured by HDI, can be strengthened through a Sharia-based framework to ensure it is not only focused on statistical progress but also on building ethical, empowered, and just individuals. Therefore, integrating HDI with the principles of Maqashid Sharia offers a relevant and applicable strategy for achieving sustainable development aligned with Islamic values. Keywords : Human Development Index, Islamic Economics, Maqashid Syariah, Sustainable Development, Welfare.
Cite
CITATION STYLE
Nurrahman, A. G., Miptahudin, I., Fajrussalam, H., Rhommadhonni, V. N. R., & Prabandari, F. (2025). Analisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam Perspektif Ekonomi Islam: Studi Konseptual dan Relevansinya terhadap Tujuan Maqashid Syariah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(2), 197–203. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i2.1612
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.