Urgensi Pendekatan Pembelajaran Konstruktivistik dan Kaitannya Dengan Pemahaman Konseptual dan Keterampilan Praktis Belajar Siswa

  • Harahap M
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Conventional teacher-centered learning approaches result in superficial conceptual understanding and suboptimal development of students' practical skills. This study employed a qualitative approach with library research method on primary sources including theoretical works of Piaget, Vygotsky, and Woolfolk, as well as secondary sources from scientific journals related to constructivist learning. This study presents a new synthesis on the adaptation of constructivist learning within the context of Islamic values through: (1) epistemological dimension that integrates knowledge construction with tawhid and moral values, (2) methodological dimension that connects constructivist methods with munazarah, halaqah, and tadabbur traditions, (3) axiological dimension that directs learning toward character and spiritual formation, and (4) pedagogical dimension that positions teachers as murabbi and uswatun hasanah. The implementation of constructivist learning requires transformation of teachers' roles from information centers to facilitators and learning guides with formative evaluation that holistically assesses learning processes and outcomes.Pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru menghasilkan pemahaman konseptual yang dangkal dan keterampilan praktis siswa yang belum berkembang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan terhadap sumber primer berupa karya teoretis Piaget, Vygotsky, dan Woolfolk, serta sumber sekunder dari jurnal-jurnal ilmiah terkait pembelajaran konstruktivistik. Kajian ini menghasilkan sintesis baru berupa adaptasi pembelajaran konstruktivistik dalam konteks nilai-nilai Islam melalui: (1) dimensi epistemologis yang mengintegrasikan konstruksi pengetahuan dengan nilai tauhid dan akhlak, (2) dimensi metodologis yang menghubungkan metode konstruktivistik dengan tradisi munazarah, halaqah, dan tadabbur, (3) dimensi aksiologis yang mengarahkan pembelajaran pada pembentukan karakter dan spiritualitas, dan (4) dimensi pedagogis yang menempatkan guru sebagai murabbi dan uswatun hasanah. Implementasi pembelajaran konstruktivistik menuntut transformasi peran guru dari pusat informasi menjadi fasilitator dan pembimbing belajar dengan evaluasi formatif yang menilai proses dan hasil belajar secara holistik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Harahap, M. N. (2026). Urgensi Pendekatan Pembelajaran Konstruktivistik dan Kaitannya Dengan Pemahaman Konseptual dan Keterampilan Praktis Belajar Siswa. Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pengajaran, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.64464/tarbiyah.v5i1.263

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free