Strategi ketidaksantunan berbahasa dalam film Taksi (1990): kajian pragmatik

  • Angelita T
  • Saiful Mukminin M
N/ACitations
Citations of this article
59Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidaksantunan berbahasa pada film Taksi. Dalam penelitian ini, pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Berdasarkan hasil analisis data, strategi ketidaksantunan berbahasa yang ditemukan dalam film Taksi berjumlah 29  kata yang terdiri atas 4 data berupa ketidaksantunan Bald on Record; ketidaksantunan positif ditemukan 2 data berupa penggunaan umpatan atau kata- kasar, dan 10 data berupa penggunaan sebutan atau julukan yang tidak pantas atau menghina; ketidaksantunan negatif ditemukan 3 data berupa mencemooh atau mencela orang lain, 2 data berupa memperlakukan orang lain dengan semena-mena, 4 data berupa meremehkan atau memudahkan orang lain, 2 data berupa mengaitkan mitra tutur dengan hal-hal negatif, dan 2 data berupa  menakuti-nakuti. Hasil analisis dalam penelitian ini didominasi dengan jenis ketidaksantunan positif dengan bentuk penggunaan sebutan atau julukan yang tidak pantas atau menghina karena dapat dikatakan film pada rentang tahun 1980-1990 merupakan film lama yang masih menggunakan kebahasaan terus terang dalam bertutur.

Cite

CITATION STYLE

APA

Angelita, T., & Saiful Mukminin, M. (2023). Strategi ketidaksantunan berbahasa dalam film Taksi (1990): kajian pragmatik. Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya), 5(1), 41–55. https://doi.org/10.26555/jg.v5i1.7297

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free