Model Konseptual Penguatan Program Makan Bergizi Gratis melalui Kualitas Pelayanan, Informasi, dan Kepercayaan Publik

  • Sugiharto M
  • Rana Ardila Rahma
  • Riyan Hadithya
N/ACitations
Citations of this article
41Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Program makan di sekolah banyak diterapkan di negara berpendapatan rendah dan menengah dan terbukti berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi, kehadiran, serta beberapa indikator gizi siswa. (Wang et al., 2021) Namun, efektivitas dan keberlanjutan program tidak hanya ditentukan oleh dampak gizi, melainkan juga oleh bagaimana penerima manfaat memandang kualitas pelayanan, transparansi informasi, dan kredibilitas pemerintah sebagai penyelenggara. Artikel konseptual ini mengembangkan kerangka terpadu yang menghubungkan kualitas pelayanan yang dirasakan, informasi program, dan kepercayaan terhadap pemerintah dengan persepsi publik terhadap program makan di sekolah. Berbasis tradisi SERVQUAL dalam pengukuran kualitas pelayanan publik (Parasuraman, et al., 1985) dan literatur transparansi serta kepercayaan terhadap pemerintah, (Alessandro et al., 2021) Artikel ini berargumen bahwa penyelenggaraan layanan makan sekolah yang andal, responsif, dan empatik, disertai informasi yang jelas dan mudah diakses, dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Temuan empiris terbaru mengenai persepsi orang tua terhadap program makan gratis universal menunjukkan bahwa kualitas makanan, komunikasi, dan stigma sosial sangat memengaruhi penerimaan program. (Zuercher et al., 2024) Dengan mensintesis berbagai temuan tersebut, artikel ini mengusulkan model konseptual di mana kualitas pelayanan dan transparansi informasi memengaruhi persepsi program baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepercayaan terhadap pemerintah. Artikel diakhiri dengan implikasi kebijakan yang menekankan pentingnya menyelaraskan perbaikan teknis program makan di sekolah dengan strategi penguatan transparansi, komunikasi, dan kepercayaan institusional, serta agenda penelitian lanjutan menggunakan survei dan pemodelan persamaan struktural.Program makan di sekolah banyak diterapkan untuk memperbaiki status gizi dan kesiapan belajar anak, namun efektivitasnya dalam jangka panjang dipengaruhi bukan hanya oleh hasil program, melainkan juga oleh kualitas implementasi dan persepsi publik. Artikel konseptual ini menyusun sintesis literatur integratif yang mengaitkan tiga determinan utama penerimaan program: kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan program, transparansi dan kualitas informasi, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah. Model menegaskan bahwa pelayanan yang responsif, andal, dan empatik dapat menurunkan ketidakpastian serta memperkuat persepsi keadilan, sementara informasi yang jelas dan tepat waktu meningkatkan akuntabilitas serta keyakinan masyarakat. Kedua faktor tersebut diperkirakan memperkuat kepercayaan terhadap pemerintah yang berperan sebagai mekanisme psikologis kunci dalam menjelaskan bagaimana pengalaman layanan dan kualitas informasi mendorong kepuasan, partisipasi, serta dukungan keberlanjutan program. Artikel ini juga menekankan stigma sebagai risiko kontekstual yang dapat melemahkan legitimasi jika desain layanan dan komunikasi program tidak inklusif. Artikel menawarkan proposisi yang dapat diuji dan arahan pengukuran untuk penelitian kuantitatif lanjutan berbasis survei dan pemodelan persamaan struktural.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sugiharto, M., Rana Ardila Rahma, & Riyan Hadithya. (2025). Model Konseptual Penguatan Program Makan Bergizi Gratis melalui Kualitas Pelayanan, Informasi, dan Kepercayaan Publik. Jurnal Sosial Terapan, 3(2), 32–39. https://doi.org/10.29244/v4gxtg18

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free