Abstract
Ekranisasi merupakan pelayar putihan atau peralihan novel menjadi sebuah film yang memungkinkan adanya perbedaan pada aspek tertentu di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan bagaimanakah proses penciutan, penambahan, dan perubahan atau variasi pada tokoh, cerita, dan suasananya. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan intertekstualitas. Sumber data penelitian ini ialah novel dan film yang berjudul Layangan Putus. Data dikumpulkan dengan teknik analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya proses ekranisasi pada novel Layangan Putus ke bentuk film Layangan Putus yaitu aspek penciutan berjumlah 20 tokoh, penambahan berjumlah 27 tokoh, dan perubahan bervariasi berjumlah 9 tokoh. Ekranisasi cerita dalam novel Layangan Putus ke bentuk film Layangan Putus yaitu aspek penciutan berjumlah 17 cerita, penambahan berjumlah 13 cerita dan perubahan bervariasi berjumlah 15 cerita. Ekranisasi suasana dalam novel Layangan Putus ke bentuk film Layangan Putus meliputi aspek penciutan berjumlah 5 suasana, penambahan berjumlah 3 suasana dan perubahan bervariasi berjumlah 1 suasana.
Cite
CITATION STYLE
Utami, L., Armariena, D. N., & Hetilaniar, H. (2023). EKRANISASI NOVEL LAYANGAN PUTUS KARYA MOMMY ASF KE BENTUK FILM LAYANGAN PUTUS SUTRADARA BENNI SETIAWAN. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 11(1), 235. https://doi.org/10.20961/basastra.v11i1.63793
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.