Implementasi K3 dalam Kegiatan Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang oleh Petugas Relawan

  • Muhammad Riswal
  • Anto J. Hadi
  • Lucy Widasari
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Banjir bandang dikategorikan sebagai bencana alam yang menimbulkan ancaman substansial terhadap kesejahteraan dan status kesehatan para relawan yang berpartisipasi dalam respons tanggap darurat bencana. Lingkungan yang tidak bersahabat, kondisi yang tidak pasti, serta defisit perlengkapan dan fasilitas meningkatkan potensi risiko cedera kerja dan kondisi medis terkait pekerjaan di kalangan relawan. Integrasi Prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat krusial untuk menjaga keamanan relawan serta menjamin efisiensi operasi penanggulangan bencana. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan K3 dalam upaya respons darurat terhadap banjir bandang yang dilakukan oleh tenaga relawan. Pendekatan metodologis yang diadopsi melibatkan tinjauan literatur komprehensif terhadap publikasi jurnal ilmiah, buku, laporan dari badan nasional dan internasional, serta kerangka hukum yang relevan dengan K3 dan manajemen bencana. Studi tersebut mengindikasikan bahwa penerapan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melibatkan identifikasi potensi bahaya dan evaluasi risiko, pemanfaatan perangkat pelindung diri, program pelatihan bagi sukarelawan, pengelolaan jadwal kerja dan periode istirahat, serta mekanisme kolaborasi yang efisien. Temuan riset ini menggarisbawahi bahwa komitmen terhadap K3 yang terstruktur dan kontinu mutlak diperlukan untuk mereduksi potensi ancaman dalam tugas relawan dan mengoptimalkan keberhasilan misi respons bencana banjir bandang. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Tanggap Darurat, Banjir Bandang, Relawan.Banjir bandang dikategorikan sebagai bencana alam yang menimbulkan ancaman substansial terhadap kesejahteraan dan status kesehatan para relawan yang berpartisipasi dalam respons tanggap darurat bencana. Lingkungan yang tidak bersahabat, kondisi yang tidak pasti, serta defisit perlengkapan dan fasilitas meningkatkan potensi risiko cedera kerja dan kondisi medis terkait pekerjaan di kalangan relawan. Integrasi Prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat krusial untuk menjaga keamanan relawan serta menjamin efisiensi operasi penanggulangan bencana. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan K3 dalam upaya respons darurat terhadap banjir bandang yang dilakukan oleh tenaga relawan. Pendekatan metodologis yang diadopsi melibatkan tinjauan literatur komprehensif terhadap publikasi jurnal ilmiah, buku, laporan dari badan nasional dan internasional, serta kerangka hukum yang relevan dengan K3 dan manajemen bencana. Studi tersebut mengindikasikan bahwa penerapan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melibatkan identifikasi potensi bahaya dan evaluasi risiko, pemanfaatan perangkat pelindung diri, program pelatihan bagi sukarelawan, pengelolaan jadwal kerja dan periode istirahat, serta mekanisme kolaborasi yang efisien. Temuan riset ini menggarisbawahi bahwa komitmen terhadap K3 yang terstruktur dan kontinu mutlak diperlukan untuk mereduksi potensi ancaman dalam tugas relawan dan mengoptimalkan keberhasilan misi respons bencana banjir bandang. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Tanggap Darurat, Banjir Bandang, Relawan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muhammad Riswal, Anto J. Hadi, Lucy Widasari, Asdi Lastari, Saskiyanto Manggabarani, Syamsopyan Ishak, & Nayodi Permayasa. (2026). Implementasi K3 dalam Kegiatan Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang oleh Petugas Relawan. Journal Malnutrition, Public Health and Local Wisdom Nutrition, 1(1), 31–36. https://doi.org/10.65307/jmphlwn.v1i1.106

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free