Abstract
Artikel tersebut menyoroti salah satu kearifan lokal etnis Sunda, yaitu Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh (SILAS). Silih Asih diartikan sebagai saling mencintai dari lubuk hati yang paling dalam. Silih Asah artinya saling meningkatkan kualitas hidup manusia. Sedangkan Silih Asuh dianggap sebagai pendidikan bersama di antara anggota masyarakat untuk kehidupan yang harmonis. Dengan nilai-nilai luhur tersebut, orang Sunda diharapkan dapat membangun keluarganya sesuai dengan itu. Dengan demikian masyarakat dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis dalam masyarakatnya. Orang Sunda pada umumnya, serta umat Katolik pada khususnya, sudah begitu akrab dengan nilai-nilai Silas. Penulis kemudian berpendapat bahwa umat Katolik sangat diharapkan untuk menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan perkawinan mereka dan sebagai bagian dari mereka sebagai orang Sunda.
Cite
CITATION STYLE
Alfrianto, K. (2020). Makna Nilai Silas dalam Perkawinan Katolik Sunda. Perspektif, 15(1), 1–17. https://doi.org/10.69621/jpf.v15i1.9
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.