Abstract
Nyamplung dan malapari merupakan tanaman penghasil bioenergi yang potensial untuk dikembangkan di lahan marginal. Salah satu kendala dalam pengembangan lahan pantai adalah ketersediaan air dan kesuburan tanah yang rendah. Teknologi untuk meningkatkan keberhasilan penanaman salah satunya dengan pemanfaatan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikoriza dan Trichoderma spp. pada media pembibitan bibit malapari dan nyamplung di persemaian. Pengamatan menggunakan metode rancangan acak kelompok lengkap (RAKL). Rancangan penelitian perbedaan media tanam bibit yaitu: tanah sebagai kontrol (T), tanah + pupuk organik perbandingan 3:1 (TK), tanah + pupuk organik + mikoriza perbandingan 3:1:10 gram per polybag (TKM), tanah + pupuk organik + Trichoderma spp. perbandingan 3:1:10 gram per polybag (TKT), tanah + pupuk organik + mikoriza 10 gr + Trichoderma spp. 10 gr per polybag (TC). Aplikasi dilakukan pada saat bibit berumur 1 (satu) bulan dengan cara ditaburkan di sekitar perakaran bibit. Setiap perlakuan terdiri dari 50 sampel yang diulang 3 kali, sehingga jumlah bibit keseluruhan adalah 750 bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 6 dan 12 bulan perlakuan, bibit malapari dengan perlakuan TC memiliki tinggi dan berat kering daun yang lebih besar (67,5% dan 427%) dibanding kontrol (tanah), sedangkan bibit nyamplung dengan perlakuan TC menghasilkan pertumbuhan lebih baik dengan kenaikan diameter 8%, panjang akar 78,56%, dan berat kering total 7,88% dibandingkan kontrol (T).
Cite
CITATION STYLE
Dendang, B., & Hani, A. (2018). PENINGKATAN KUALITAS BIBIT NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L) DAN MALAPARI (Pongamia pinnata L) DENGAN APLIKASI MIKORIZA DAN Trichoderma spp. JURNAL PEMULIAAN TANAMAN HUTAN, 12(1), 75–84. https://doi.org/10.20886/jpth.2018.12.1.75-84
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.