KERENTANAN EKOSISTEM MANGROVE DI CILETUH KABUPATEN SUKABUMI

  • Ramdhan M
  • Amri S
N/ACitations
Citations of this article
53Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang mengalami dampak perubahan akibat terjadinya perubahan iklim dan aktifitas manusia. Tumbuhan mangrove memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrim, seperti kondisi tanah yang tergenang, kadar garam yang tinggi serta kondisi tanah yang kurang stabil. Penelitian ini dilakukan di kawasan Ciletuh Kabupaten Sukabumi. Untuk melihat indeks kerentanan mangrove, terdapat dua kondisi atau spot mangrove yang dibandingkan, yaitu ekosistem mangrove di Sungai Ciletuh, dan ekosistem mangrove di kawasan ekowisata Manrajaya yang dikelola oleh masyarakat seluas 9 hektar. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung di lapangan, wawancara dengan teknik pertanyaan terstruktur, dan pengolahan citra satelit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekosistem mangrove Sungai Ciletuh memiliki nilai sensitifitas sebesar 2,17 dan nilai adaptif kapasitas sebesar 2,32 yang berarti memiliki tingkat kerentanan menengah tengah. Sedangkan untuk ekosistem mangrove Manrajaya memiliki nilai sensitifitas sebesar 1,77 dan nilai Adaptif Kapasitas sebesar 1,46 yang berarti memiliki tingkat kerentanan menengah rendah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ramdhan, M., & Amri, S. N. (2019). KERENTANAN EKOSISTEM MANGROVE DI CILETUH KABUPATEN SUKABUMI. Jurnal Segara, 15(3). https://doi.org/10.15578/segara.v15i3.8132

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free