MODERNISASI TEKNOLOGI KERETA API DI SUMATERA BARAT MASA HINDIA BELANDA (1871-1933)

  • Rahman A
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Ide pembangunan ker eta api dimulai untu k memudah kan pengangkutandan distribusi dari pedalaman Minangkabau ke Pesisir Pantai barat Sumatera. Pengangkutan kopi yang semuaa memakai transportasi tradisional seperti Pedati. Namun, Ide ini terkendala kondisi alam yang berbukit menjadi kendala utama. Setelah berbagai perdebatan akhirnya lahir sebuah bentuk adaptasi pembangunan Jalur-Jalur Kereta Api, Pembangunan stasiun, terowongan, jembatan. Adapatasi yang paling kentara terdapat pada Pembangunan rel bergerigi, Kontruksi bangunan jembatan dan terowongan. Teknologi kereta api di Sumatera Barat yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda mengadaptasi dari kondisi geografis. Keadaan alam yang berbukit-bukit, menjadi kendala utama dalam perluasan jaringan kereta api. Mengatasi kendala itu, diperlukan kontruksi rel kereta api yang sesuai dengan daerah yang memiliki tanjakan yang cukup tinggi. Penyesuaiaan terhadap kondisi alam itu melahirkan 2 tipe kontruksi rel. selain itu, kehadiran teknologi transporasi kereta api di Sumatera Barat awal abad ke 20 memberikan pengaruh pada tatanan sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahman, A. (2019). MODERNISASI TEKNOLOGI KERETA API DI SUMATERA BARAT MASA HINDIA BELANDA (1871-1933). Siddhayatra: Jurnal Arkeologi, 24(1), 17. https://doi.org/10.24832/siddhayatra.v24i1.146

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free