Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Krisan Chrysanthemum morifolium Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

  • Rawung F
  • Karauwan F
  • Pareta D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
240Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Antibakteri adalah zat yang dapat membunuh atau menekan pertumbuhan atau reproduksi bakteri. Chrysanthemum morifolium atau yang dikenal dengan bunga krisan merupakan salah satu tanaman hasil budidaya memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak daun krisan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang dihasilkan di buat dalam sediaan salep dengan konsentrasi 12,5%, 25%, dan 50%. Hasil evaluasi sediaan salep ketiga konsentrasi memenuhi persyaratan uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, dan uji daya sebar. Pengujian aktivitas antibakteri sediaan salep dilakukan menggunakan metode difusi agar dengan cara sumuran. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa salep konsentrasi 12,5 %, 25 %, dan 50% memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rawung, F. T., Karauwan, F. A., Pareta, D. N., & Palandi, R. R. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Krisan Chrysanthemum morifolium Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Biofarmasetikal Tropis, 3(2), 8–16. https://doi.org/10.55724/j.biofar.trop.v3i2.279

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free