Teknik Pembenihan Ikan Kakap Merah Bakau (Lutjanus argentimaculatus) di BLU - Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo

  • Sinaga A
  • Imanuel F
  • Ningrum R
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ikan kakap merah bakau (Lutjanus argentimaculatus) merupakan salah satu komoditas perairan yang potensial di Indonesia karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Ikan kakap merah bakau merupakan spesies yang ideal untuk dibudidayakan dan memiliki potensi pengembangan yang besar karena memiliki beberapa keunggulan yaitu laju pertumbuhan yang relatif cepat, memiliki toleransi yang tinggi terhadap kekeruhan dan salinitas air, kanibalisme, toleransi terhadap yang tinggi, dan konsumsi pakan buatan yang baik Metode yang digunakan selama kegiatan praktek kerja lapang (PKL) menggunakan metode deskriptif. Metode penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena yang ada, baik alamiah maupun bautan manusia. Metode pemijahan ikan kakap merah bakau yang diterapkan di BPBAP Situbondo dilakukan secara alami dengan menggunakan teknik manipulasi lingkungan. Jumlah telur yang di tebar adalah sekitar 125.000 butir. Telur kakap merah bakau akan menetas menjadi larva dalam waktu 18-20 jam tergantung suhu. Hasil perhitungan hatching rate, daya tetas ikan kakap merah adalah mencapai97%. Pakan alami yang diberikan pada awal pemeliharaan larva ikan kakap merah bakau adalah Rotifera yang diberikan pada larva pada umur D2-D45. Pemanenan benih dapat dilakukan setelah larva berumur D50-D60 atau ketika larva berukuran 3 cm.Ikan kakap merah bakau (Lutjanus argentimaculatus) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi besar untuk dibudidayakan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fekunditas, fertilization rate, hatching rate, dan survival rate pada proses pembenihan ikan kakap merah bakau di BLU-Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional selama 60 hari. Pemijahan dilakukan secara alami menggunakan teknik manipulasi lingkungan untuk menaikkan dan menurunkan suhu yang dapat merangsang induk ikan kakap merah bakau untuk memijah. Jumlah telur yang ditebar adalah sekitar 125.000 butir dengan fekunditas mencapai 1.124.000 butir. Nilai fertilization rate, hatching rate, dan survival rate masing-masng sebesar 80%, 92,5%, dan 0,51%. Larva diberikan pakan alami berupa Rotifera dan Artemia sesuai umur larva. Pemanenan dilakukan pada benih berumur D50-D60 atau mencapai ukuran ±3 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembenihan di BLU-BPBAP Situbondo menghasilkan tingkat daya tetas tinggi namun tingkat kelulushidupan larva masih rendah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sinaga, A. S., Imanuel, F., Ningrum, R. D. A., Zahran, M. T., & Suciyono, S. (2025). Teknik Pembenihan Ikan Kakap Merah Bakau (Lutjanus argentimaculatus) di BLU - Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi, 5(1), 26–32. https://doi.org/10.24252/filogeni.v5i1.56354

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free