Abstract
Pembuatan lubang biopori merupakan solusi teknologi ramah lingkungan untuk mengatasi ketersediaan air tanah dengan memanfaatkan sampah organik melalui lubang kecil dalam tanah. Air dan sampah adalah dua hal yang tidak akan lepas dari kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia. Setiap manusia setiap hari menghasilkan sampah dari aktifitas hidupnya. Terkadang sampah menjadi sumber masalah pencemaran lingkungan, padahal sampah mempunyai potensi besar dalam menyelamatkan lingkungan, jika diperlakukan secara arif dan bijaksana. Rumusan masalah pengabdian ini adalah “Bagaimana Cara Pengembangan Ipteks Bagi Masyarakat Dalam Pembuatan Lubang Resapan Biopori Untuk Mengatasi Banjir Perkotaan Di Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar” Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan Untuk memberikan Sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat Lubang Biopori selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan contoh desain biopori kepada masyarakat di Kelurahan Berua Kecamatan biringkanaya serta untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat di Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya dalam cara pembuatan biopori yang efisien dan efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan dilingkungan Kelurahan Berua, Kegiatan ini dianggap sangat positif karena menambah pengetahuan dan kreativitas kader kesehatan maupun kelompok masyarakat dalam membuat alat yang bisa membantu meningkatkan ataupun melestarikan air tanah. pengabdian masyarakat ini memperkenalkan teknologi lubang resapan biopori adalah mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan keberadaan air tanah yang semakin hari semakin berkurang karena daerah resapan diperkotaan semakin sempit akibat pembangunan baik itu perumahan, pertokoan, jalanan beraspal, dan lain-lain. Diharapkan dengan lubang biopori ini air hujan yang selama ini menjadi penyebab banjir ataupun yang langsung mengalir ke sungai atau laut dapat meresap kedalam tanah sehingga keberadaan dan kualitas air tanah dapat dipertahankan. Dengan penerapan lubang resapan biopori maka akan membiasakan masyarakat dalam memilah sampah yang akhirnya secara tidak langsung masyarakat telah membantu pemerintah dalam mengurangi biaya operasional pengangkutan sampah ke TPA serta dengan penerapan lubang resapan biopori maka secara tidak langsung masyarakat telah ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyakit menular DBD, Filariasis dan Zika karena berkurangnya daerah genangan air.Kata Kunci : Biopori, Lubang Resapan Air, Banjir
Cite
CITATION STYLE
Rasjid, A., Khaer, A., & Budirman, B. (2020). Pengembangan Ipteks Bagi Masyarakat Dalam Pembuatan Lubang Resapan Biopori Untuk Mengatasi Banjir Perkotaan Di Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Media Implementasi Riset Kesehatan, 1(1). https://doi.org/10.32382/mirk.v1i1.1455
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.