Abstract
Upaya pengurangan risiko gerakan tanah memerlukan pengetahuan yang baik tentang karakteristik curah hujan yang mempengaruhi kerentanan suatu daerah perbukitan terhadap gerakan tanah. Daerah perbukitan di Kecamatan Cililin di Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu wilayah yang sering mengalami bencana gerakan tanah pada waktu hujan lebat. Makalah ini menyajikan hasil pemodelan kestabilan lereng regional menggunakan Transient Rainfall Infiltration and Grid-based Regional Slope-stability analysis (TRIGRS) untuk mengkaji pengaruh karakteristik curah hujan terhadap tingkat kerentanan gerakan tanah di wilayah Kecamatan Cililin. Hasil pemodelan memperlihatkan lokasi-lokasi gerakan tanah pada umumnya terletak pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi. Selain itu, luas zona kerentanan sangat tinggi dapat meningkat dua kali akibat kenaikan intensitas hujan. Pemodelan juga mengindikasikan bahwa zona kerentanan gerakan tanah dikontrol oleh faktor topografi dan geologi. Zona kerentanan gerakan tanah sangat tinggi cenderung terjadi pada wilayah dengan kondisi kemiringan terjal dan tersusun oleh satuan batuan vulkanik berumur Miosen Akhir yang mempunyai nilai kuat geser yang rendah. Sedangkan zona kerentanan rendah terasosiasi dengan wilayah lereng landai yang tersusun oleh satuan tufa batuapung dan batupasir tufan berumur Miosen Tengah yang mempunyai nilai kuat geser yang tinggi.
Cite
CITATION STYLE
Kurniawan, E. A., Tohari, A., & Permanajati, I. (2018). MODEL KERENTANAN GERAKAN TANAH WILAYAH KECAMATAN CILILIN MENGGUNAKAN TRIGRS. RISET Geologi Dan Pertambangan, 28(2), 167. https://doi.org/10.14203/risetgeotam2018.v28.969
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.