Pertanian Biodinamik: Studi Kasus Sistem Produksi Anggur Alternatif di Ihringen, Jerman Selatan

  • Wilis L
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Industrialisasi pertanian di Jerman diwarnai dengan penggunaan input kimiawi, mekanisasi pertanian dengan tujuan produktivitas dan efisiensi. Dampak lingkungan industrialisasi adalah berkurangnya kesuburan tanah dan biodiversitas. Di sisi lain industrialisasi pertanian mendorong usaha tani skala kecil keluar dari sektor pertanian karena tidak mampu berkompetisi sebagai petani industrial. Praktik pertanian berkelanjutan mulai muncul sebagai gerakan tandingan. Sistem ini menolak penggunaan input kimiawi dan menjunjung tinggi keberlanjutan lingkungan dengan harapan juga dapat meningkatkan kemakmuran petani dengan pemotongan rantai komoditas. Di tengah kompetisi paar yang tinggi, di Desa Ihringen, Jerman Selatan, yang dikenal sebagai wilayah penghasil anggur terdapat usaha tani skala kecil biodinamik. Praktik pertanian ini adalah pertanian ramah lingkungan yang dianggap agak mistis karena panduan kalender rembulan dan sistem pertanian yang spesifik dengan preparasi biodinamik (biodynamische präparate) diyakini mampu menghubungkan energi kosmis dengan pertanian. Praktik tersebut dipercayai dapat mengoptimalkan kualitas pangan. Pada praktiknya pengusahaan tani skala kecil biodinamik ini tidak diterapkan secara ideal karena petani masih berhadapan dengan tantangan kompetitivitas pasar.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wilis, L. (2022). Pertanian Biodinamik: Studi Kasus Sistem Produksi Anggur Alternatif di Ihringen, Jerman Selatan. Lembaran Antropologi, 1(1), 83–98. https://doi.org/10.22146/la.3533

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free