Abstract
Kendala utama produksi pisang Mas Kirana (Musa acuminata C.) adalah bibitnya yang terbatas. Pemanfaatan NAA (Naphthalene Acetic Acid) dan air kelapa dapat digunakan untuk menunjang keberhasilan multiplikasi dalam kultur jaringan secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan NAA dan air kelapa beserta konsentrasinya terhadap multiplikasi planlet pisang Mas Kirana secara in vitro. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor perlakuan yakni kombinasi konsentrasi NAA dan air kelapa meliputi (0 mg/L NAA + 0 % Air kelapa, 1 mg/L NAA + 10 % Air kelapa, 2 mg/L NAA + 15 % Air kelapa, 3 mg/L NAA + 20 % Air kelapa, 4 mg/L NAA + 25 % Air kelapa). Hasil menunjukan terdapat pengaruh penambahan NAA dan air kelapa terhadap multiplikasi planlet pisang Mas Kirana dengan perlakuan C (3 mg/L NAA + 20 % Air kelapa) merupakan konsentrasi optimum untuk semua parameter antara lain yakni jumlah tunas dengan rata–rata 2,00, jumlah daun 5,20, dan jumlah akar 6,20 serta tinggi planlet dengan rata-rata 2,48 cm.
Cite
CITATION STYLE
Mubarak, M. Z., & Ratnasari, E. (2024). Multiplikasi Planlet Musa acuminata C. dengan Penambahan NAA dan Air Kelapa Secara In-vitro. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 13(2), 205–211. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v13n2.p205-211
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.