Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis jumlah perselisihan hubungan industrial yang diselesaikan melalui konsiliasi dan mediasi pada tahun 2021 di Departemen Tanaga Kerja Daerah Istimewah Yogyakarta dan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penyelesaian perselisihan hubungan industrial di Departemen Tanaga Kerja Daerah Istimewa Yogyakarta melalui konsiliasi jarang digunakan dibanding mediasi. Jenis penelitia yuridis. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselisihan hubungan industrial yang ditangani oleh mediator pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta perkara yang paling banyak adalah menyangkut perselisihan pemutusan hubungan kerja. Satu-satunya perselisihan hubungan industrial yang ditangani mediator pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta yang harus melanjutkan sengketanya ke Pengadilan Hubungan Industrial adalah perkara pemutusan hubungan kerja. Faktor-faktor yang menyebabkan penyelesaian perselisihan hubungan industrial pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewah Yogyakarta di antaranya mediasi hubungan industrial dianggal lebih efektif disbanding konsiliasi, tidak adanya konsiliator pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Maret 2020 akibat meninggal dunia, adanya perbedaan kewenangan antara mediator dan konsiliator dalam hal menangani jenis permasalahan hubungan industrial dan mediasi memliki kelebihan dibanding konsiliasi.The aim of this research is to determine and analyze the number of industrial relations disputes resolved through conciliation and mediation in 2021 at the Department of Labor of the Special Region of Yogyakarta and to determine and analyze the factors that lead to the resolution of industrial relations disputes at the Department of Labor of the Special Region of Yogyakarta through conciliation is used less often than mediation. Types of juridical research. Data sources use primary and secondary data. Data collection techniques used interviews and literature study. Data analysis techniques are descriptive qualitative. The results of the research show that the industrial relations disputes handled by mediators at the Manpower and Transmigration Service of the Special Region of Yogyakarta most often involve disputes regarding termination of employment. The only industrial relations disputes handled by mediators at the Yogyakarta Special Region Manpower and Transmigration Service which must continue the dispute to the Industrial Relations Court are cases of employment termination. Factors that cause the resolution of industrial relations disputes at the Yogyakarta Special Region Manpower and Transmigration Service include industrial relations mediation being considered more effective than conciliation, the absence of conciliators at the Yogyakarta Special Region Manpower and Transmigration Service since March 2020 due to death, differences authority between mediators and conciliators in terms of handling types of industrial relations problems and mediation has advantages over conciliation.
Cite
CITATION STYLE
Rezaldi, M., & Paryadi. (2024). Perbandingan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Melalui Konsilisasi Dan Mediasi Di Departemen Tenaga Kerja Daerah Istimewa Yogyakarta. Private Law, 4(2), 326–339. https://doi.org/10.29303/prlw.v4i2.4411
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.