Abstract
Karakteristik hidrologis lahan rawa lebak yang dinamis menuntut penyajian data secara spasial secara luas dan cepat. Sedangkan melakukan survey terestris akan membutuhkan waktu yang lama dengan biaya yang tinggi. Tujuan kajian ini adalah menyajikan teknik penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk memantau area genangan secara temporal selama 4 tahun dari tahun 2010-2013. Citra satelit Landsat digunakan untuk mendapatkan gambaran lokasi secara on top. Teknik interpretasi secara visual dilakukan untuk mendelineasi genangan air. Koreksi sensor SLC – off pada citra dilakukan untuk mendapatkan tampilan secara visual yang optimal tanpa ada gangguan gap. Delineasi area genangan berdasarkan interpretasi secara visual di kombinasikan dengan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh menunjukkan kondisi maksimum area genangan sebesar 45,053 ha pada tahun 2011, sedang trend yang terjadi penurunan luas genangan dalam periode tersebut. Disamping itu genangan air maximum mencapai 27% dari total tutupan lahan yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sedangkan genangan minimum pada tahun 2013 dengan prosentase sebesar 0,04%. Faktor curah hujan mempunyai hubungan linear dengan luas genangan yang terjadi. Info tersebut berguna bagi pemangku kepentingan terutama ketika genangan surut untuk budidaya lahan pertanian
Cite
CITATION STYLE
Trinugroho, M. W. (2018). PEMANTAUAN AREA GENANGAN AIR PADA RAWA LEBAK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH. JURNAL ILMIAH GEOMATIKA, 23(2), 49. https://doi.org/10.24895/jig.2017.23-2.716
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.