Abstract
Tulisan ini merupakan hasil penelitian terhadap fenomena ziarah ke Makam Sunan Tembayat di Desa Paseban, Klaten. Hasil penelitian kualitatif ini menunjukkan teori Geertz dan Riaz Hassan yang mengatakan bahwa semakin modern suatu masyarakat, semakin akan meninggalkan praktek keagamaan popular, adalah teori yang tidak benar. Di tengah arus modernism, kegiatan ziarah ke makam Sunan Bayat masih tetap dilakukan masyarakat setempat sampai sekarang. Selain karena tradisi seperti ini mendapat pijakan dalam madzhab Safi’i, masyarakat juga merasakan mendapatkan berkah dari ziarah tersebut. berkah itu tidak hanya berupa terpenuhinya kebutuhan spiritual, masyarakat setempat juga merasakanberkah ekonomi. Orang-orang yang berziarah dari daerah lain, telah mendorong ekonomi desa tersebut menjadi hidup, baik karena penjualan gerabah dan batik, maupun dari penginapan dan penjualan makanan.
Cite
CITATION STYLE
Ismail, A. (2016). ZIARAH KE MAKAM WALI: Fenomena Tradisional di Zaman Modern. Al-Qalam, 19(2), 149. https://doi.org/10.31969/alq.v19i2.156
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.