TATABUANG MANARE DAN BADENDANG DALAM PESTA PERNIKAHAN MASYARAKAT PULAU AMBON

  • Kastanya H
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pulau Ambon merupakan wilayah ibu kota Provinsi Maluku yang memiliki segudang kekayaan sastra dan bahasa. Tradisi lisan tatabuang manare dan badendang merupakan salah satu kekayaan sastra yang mengandung nilai estetika dalam pesta pernikahan pada zaman dulu. Adapun permasalahan yang dikemukakan dalam penulisan ini adalah bagaimanakah bentuk, fungsi, dan nilai yang terkandung dalam tradisi lisan tatabuang manare dan badendang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tradisi lisan tatabuang manare dan badendang adalah prosesi berbalas pantun sambil menari diiringi alunan musik totobuang dan tifa. Tradisi ini berfungsi sebagai media penyatuan dua keluarga yang baru menjadi besan. Adapun nilai yang terkandung di dalamnya adalah nilai percintaan, kekeluargaan, dan sosial.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kastanya, H. (2018). TATABUANG MANARE DAN BADENDANG DALAM PESTA PERNIKAHAN MASYARAKAT PULAU AMBON. Sirok Bastra, 2(2). https://doi.org/10.37671/sb.v2i2.45

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free