Analisa Metode K-Means dalam Mengelompokkan Perkara Perceraian Berdasarkan Daerah Simalungun

  • Sa’dah S
  • Safii M
  • Parlina I
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perceraian merupakan realita terpahit yang dilami oleh suatu individu, sesungguhnya benar adanya bahwa perceraian yang dilakukan akan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam rumah tangga. Namun, tidak menutup kemungkinan akan hadir masalah baru dari dampak perceraian tersebut. Tercatat bahwa per tahunnya angka perceraian meningkat sampai dengan 10 % dengan berasumsikan perkara dengan kriteria yang pada umumnya terjadi. Dari kasus tersebut peneliti melakukan pengembangan menggunakan metode k-means clustering untuk mendapatkan daerah yang banyak melakuakan tindakan perceraian, dari hasil tersebut diharapkan hasil penelitian agar dapat memberi solusi yang tepat yakni mampu memmetakkan daerah - daerah yang melakukan perceraian. Hasil clustering menunjukkan bahwa tingkat perceraian yang tertinggi di daerah Simalungun, untuk cluster pertama sebanyak 5 daerah, untuk cluster kedua sebanyak 8 daerah dan cluster ketiga sebanyak 22 daerah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sa’dah, S. H., Safii, M., & Parlina, I. (2019). Analisa Metode K-Means dalam Mengelompokkan Perkara Perceraian Berdasarkan Daerah Simalungun. Prosiding Seminar Nasional Riset Information Science (SENARIS), 1, 349. https://doi.org/10.30645/senaris.v1i0.40

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free