Pendapatan dan Nilai Tambah Squash Kalamansi Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis (LPPB) Bengkulu Tengah

  • Sarina S
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sektor industri pertanian merupakan suatu sistem pengelolaan secara terpadu antara sektor pertanian dengan sektor industri guna mendapatkan nilai tambah produk hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan nilai tambah  Squash Kalamansi Di Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis (LPPB) Desa Pondok Kubang Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi yaitu dengan mengamati dan praktek pembuatan squash kalamansi  langsung   di lapangan dan wawancara langsung kepada pengelola  industri squash kalamansi dengan menggunakan quisioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran umum dari usaha industri  dan analisis kuantitatif yaitu analisis pendapatan dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan yang diperoleh  dalam memproduksi  usaha Squash Kalamansi dalam satu kali proses produksi dengan bahan baku 10 kg jeruk kalamansi yaitu  Total biaya produksi  sebesar  Rp. 276.500,98,-  Penerimaan sebesar   Rp. 437.500,00,-  Pendapatan sebesar  Rp. 160.999,2,- , R/C sebesar 1,58    dan  nilai tambah sebesar   Rp.71.950,-/liter. Implikasi temuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan UMKM squash kalamasi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Bengkulu Tengah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sarina, S. (2022). Pendapatan dan Nilai Tambah Squash Kalamansi Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis (LPPB) Bengkulu Tengah. JURNAL AGRICA, 15(2), 145–154. https://doi.org/10.31289/agrica.v15i2.7483

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free