Abstract
SDGs bertujuan mengakhiri kemiskinan dan kelaparan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan selama 15 tahun, baik dalam dimensi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Indonesia dengan iklim tropisnya memiliki hutan produksi yang salah satu komoditasnya adalah kayu bulat. Indonesia berperan penting turut berkontribusi dalam merealisasikan tujuan SDGs, khususnya dalam dimensi ekonomi (Goal 12) dan dimensi lingkungan (Goal 15). Di tahun 2020, implementasi program SDGs terbentur pandemi Covid-19 ditandai terjadinya kontraksi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mampu tumbuh positif. Saat ini, SDGs sebagai rujukan utama penentuan program dan kebijakan pemerintah di level nasional dan data merupakan kunci utama bagi pemerintah demi tercapainya tujuan kebijakan pembangunan kehutanan berkelanjutan. Namun, belum ada data potensi pertumbuhan produksi kayu bulat di Indonesia sehingga penelitian ini bertujuan untuk forecasting produksi kayu bulat di Indonesia menggunakan ARIMA. Model ARIMA terbaik adalah ARIMA (3,1,1). Hasil peramalan menunjukkan bahwa data 2021Q1-2022Q4 sedikit fluktuatif dengan tren cenderung meningkat.
Cite
CITATION STYLE
Rizqi, A., Palupi, H., Novantia, N., Wicaksono, B. R., & Indrasari, RR. N. (2022). Forecasting Produksi Kayu Bulat di Indonesia. Seminar Nasional Official Statistics, 2022(1), 285–292. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1387
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.