EDUKASI ASI DAN MPASI PADA IBU BALITA DI PEDUKUHAN DAYAKAN, DESA DADAPAYU, KECAMATAN SEMANU

  • Sofiana L
  • Sabrina N
  • Aprilia P
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
90Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Prevalensi balita pendek di DIY pada tahun 2017 sebesar 13,86% turun menjadi 12,37% pada tahun 2018. Prevalensi balita pendek tertinggi adalah Kabupaten Gunungkidul yaitu sebesar 18,47%. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian tersebut adalah pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat dan penyapihan terlalu dini, sehingga pemberian edukasi bagi ibu mengenai ASI dan MPASI menjadi hal pokok untuk meningkatkan pengetahuan dalam mempraktikkan pemberian ASI dan MPASI bagi bayi dan balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan menggunakan metode ceramah dan praktik secara langsung mengenai pemberian ASI dan MPASI, dengan sasaran adalah ibu yang memiliki balita di pedukuhan Dayakan. Hasil kegiatan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu balita memiliki pengetahuan yang baik mengenai ASI dan MPASI sesuai dengan usia balitanya setelah dilakukan penyuluhan dan praktik, kegiatan ini berjalan dengan lancar dibuktikan dengan para ibu mendiskusikan dan menjawab pertanyaan yang diutarakan selama pemberian edukasi ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sofiana, L., Sabrina, N. K., Aprilia, P. S., & Kusumaningrum, D. M. (2020). EDUKASI ASI DAN MPASI PADA IBU BALITA DI PEDUKUHAN DAYAKAN, DESA DADAPAYU, KECAMATAN SEMANU. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 85–90. https://doi.org/10.12928/jp.v4i1.1949

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free