Abstract
Cash Management System (CMS) merupakan layanan yang disediakan oleh perbankan bagi institusi atau perusahaan untuk dapat mengelola keuangan secara non tunai. Kebijakan non tunai tersebut merupakan hal yang baru diterapkan di lingkungan Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui implementasi CMS menggunakan model 7S McKinsey, dan analisis strategi dengan SWOT dan QSPM untuk mendapatkan alternatif strategi terbaik dalam meningkatkan implementasi CMS. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Hasil studi mengungkapkan bahwa Implementasi CMS sudah berjalan dengan baik meskipun masih kerap terjadi error system, kegagalan transaksi, maupun pihak ketiga yang belum dapat dilakukan pembayaran secara non tunai. Alternatif strategi terbaik yang didapatkan untuk diterapkan pada institusi adalah menyusun SOP, meningkatkan mutu SDM keuangan, dan melakukan evaluasi CMS secara berkala. Dengan demikian, implementasi CMS Banking di lingkungan Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan masih perlu disempurnakan kembali dengan mempertimbangkan hasil alternatif strategi agar implementasi CMS menjadi lebih baik dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang bersih, transparan dan akuntabel.
Cite
CITATION STYLE
Susanti, F., Kuswandi, A., & Riau, D. P. (2023). Implementasi Cash Management System (CMS) Pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sawala : Jurnal Administrasi Negara, 11(2), 311–332. https://doi.org/10.30656/sawala.v11i2.7559
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.