Abstract
Paradigma integratif interkonektif yang diusung oleh Amin Abdullah adalah usaha untuk menjadikan sebuah keterhubungan antara keilmuan agama dan keilmuan umum. Muara dari paradigm ini menjadikan keilmuan mengalami proses obyektivikasi dimana keilmuan tersebut dirasakan oleh orang non Islam sebagai sesuatu yang natural (sewajarnya), tidak sebagai perbuatan keagamaan. Paradigma ini tidak saling melumatkan dan peleburan antara keilmuan umum dan agama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan paradigma integratif interkonektif dalam pembelajaran akuntansi. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan konten analisis yaitu data di ambil dari buku-buku, jurnal penelitian, website sebagai sumber utama dan situs-situs atau sejarah yang berkaitan sebagai sumber pendukung. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk paradigma integrative interkonektif dengan menggunakan pengembangan pendekatan yang telah di lakukan oleh Zarkasih dkk yaitu pendekatan integrasi ilmu sains dengan agama atau ismalisasi sains (ISSA), pendekatan ini di bagi menjadi tiga model yaitu ISSA. 1 Al-Nushush al- Syar'iyah / Syariah Texts / Menggunakan Teks Berupa Ayat atau hadis. ISSA.2 Al-Tahlil al-Imani / Faith Analysis/ Analisis yang bersifat Imani atau Syar`i dan ISSA.3 Al-Naqd al-Islami /Islamic Critics / Kritik Islami, yang diterapkan dalam proses pembelajaran akuntansi dengan materi pengertian akuntansi yang dintegrasikan dengan islam menggunakan pola correlated curriculum.
Cite
CITATION STYLE
Lubis, M. I. (2021). Implementasi Paradigma Integratif Interkonektif dalam Pembelajaran Akuntansi. Eklektik : Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Kewirausahaan, 4(2), 96. https://doi.org/10.24014/ekl.v4i2.15599
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.