The Geopolitical Implications of Post-Diplomatic Normalization in the Middle East on Saudi-Iran Relations

  • Septiani G
  • Andreana C
  • Rachmadani I
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Arab dan Iran melakukan normalisasi yang ditengahi oleh Cina di Beijing pada 10 maret 2023 setelah beberapa dekade berada dalam hubungan yang rumit dalam pertarungan regional, dan pertarungan politik dan agama. Normalisasi ini pasti akan berdampak pada negara yang menjalin hubungan dengan kedua negara, khususnya negara-negara Kawasan yang berada di Timur Tengah. Normalisasi ini berdampak pada perubahan dinamika regional, stabilitas regional, dampak pada sekutu dan lawan dan implikasi ekonomi. Penelitian ini mengkaji apakah normalisasi ini menimbulkan konflik baru atau meredakan konflik yang pernah ada. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti memfokuskan sumber data dari dokumen publik berupa artikel, surat kabar dan jurnal. Dalam penelitian ini membahas perubahan dinamika politik, keamanan, dan kekuasaan di Timur Tengah seiring dengan normalisasi. Landasan teori yang digunakan dalam kepenulisan yang dapat digunakan untuk menganalisis dampak geopolitik dengan menggunakan teori geopolitik. Peneliti menganalisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.

Cite

CITATION STYLE

APA

Septiani, G. A., Andreana, C., Rachmadani, I., Hidayatullah, A. D., & Sholeh, B. (2023). The Geopolitical Implications of Post-Diplomatic Normalization in the Middle East on Saudi-Iran Relations. Intermestic: Journal of International Studies, 8(1), 288. https://doi.org/10.24198/intermestic.v8n1.14

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free