Abstract
Indonesia dikenal sebagai negara dengan sumber daya genetik anggrek yang beragam. Warna bunga merupakan sifat penting dari hibrida Dendrobium. Dendrobium merupakan salah satu varietas unggul yang dibudidayakan oleh perkebunan anggrek di Batu, Malang. Varietas unggul yang dimiliki diantaranya Dendrobium unila, D. naga hitam, D. naga api, D. black viper, D. black mamba. Peningkatan kualitas anggrek dengan menghasilkan varietas baru dan unggul merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan karakteristik baru yang diinginkan oleh konsumen. Pemuliaan tanaman yang lebih modern dengan rekayasa genetika, membutuhkan waktu yang relatif lebih cepat dan warna bunga yang dihasilkan tidak hanya terbatas pada warna parent. Oleh karena itu diperlukan studi literatur tentang gen pengkode warna bunga Dendrobium sehingga dapat dijadikan referensi selanjutnya untuk gen editing. Antosianin dan karotenoid adalah dua pigmen utama yang tersebar luas di bunga. Rekayasa genetik pada DNA yang bertanggung jawab terhadap sintesis kedua pigmen tersebut dapat menjadi solusi nyata untuk menemukan karakter warna bunga anggrek Dendrobium yang lebih bervariasi kedepannya. Ekspresi gen struktural mempengaruhi pembentukan warna bunga dengan menginisiasi biosintesis antosianin yang dipengaruhi oleh R2R3-MYB dan biosintesis karotenoid yang dipengaruhi oleh gen RCP2.
Cite
CITATION STYLE
Rukmana, S., & Mutiati, E. (2025). Monitoring Variasi Genetik Warna Bunga pada Tanaman Hibrida Anggrek Dendrobium untuk Pemuliaan Tanaman di Batu Malang. Journal Of Human And Education (JAHE), 5(2), 117–122. https://doi.org/10.31004/jh.v5i2.2336
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.