Kerukunan sosial internal dalam jemaat: Refleksi teologis 1 Korintus 1:10-13

  • Sumiwi A
  • Sembodo J
  • Santo J
N/ACitations
Citations of this article
65Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kerukunan dalam bermasyarakat merupakan hal penting yang perlu diwujudkan sebagai upaya untuk menekan konflik dengan nuansa SARA. Gereja perlu memiliki sensitivitas dalam turut mewujudkan kerukunan tersebut. Diawali dari kerukunan intern orang Kristen, kerukunan ini meluas kepada kerukunan sosial. Pesan Paulus kepada jemaat Korintus untuk seia sekata, erat bersatu, dan sehati sepikir merupakan pesan yang layak diterapkan dalam hubungan intern orang Kristen dan juga diwujudkan dalam kehidupan sosial. Tulisan ini berusaha untuk menjawab bagaimana orang Kristen mewujudkan kerukunan sosial berkenaan dengan pesan Paulus tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif literatur, menggunakan metode deskriptif interpretatif atas teks 1 Korintus 1:10-13. Kesimpulan dari tulisan ini adalah orang Kristen perlu turut membangun kerukunan sosial dimulai dari kerukunan internal jemaat, dilakukan dengan tiga hal yaitu seia sekata yang berarti memiliki kesepakatan, erat bersatu yang berarti terikat bersama, dan sehati sepikir yang berarti memiliki kesamaan dalam berpikir dan mempertimbangkan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sumiwi, A. R. E., Sembodo, J., & Santo, J. C. (2021). Kerukunan sosial internal dalam jemaat: Refleksi teologis 1 Korintus 1:10-13. KURIOS, 7(2). https://doi.org/10.30995/kur.v7i2.339

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free