Abstract
Di Indonesia masih banyak ditemukan kasus-kasus yang berkaitan dengan perasaan tidak kompeten selama proses pengasuhan anak atau yang biasa disebut dengan parental sense of competence (PSOC). Perasaan tidak kompeten selama proses pengasuhan dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak nantinya. Hal ini bisa diantisipasi salahsatunya dengan mempersiapkan calon orangtua untuk memiliki perasaan kompeten dalam pengasuhan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat dampak dari pemberian psikoedukasi parenting education terhadap parental sense of competence di dewasa awal untuk mempersiapkan sebagai orangua dalam upaya peningkatan kemandirian dan Kesehatan mental keluarga. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen one group pretest-posttest, dengan jumlah responden 49 orang yang memiliki kriteria usia dewasa awal, belum menikah dan belum memiliki anak. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner PSOC yang diadaptasi dari alat ukur PSOC milik Gibaud-Wallston & Wandersman dengan skor validitas antara 0,25-0,74 (<0,25), dan skor reliabilitas sebesar 0,726. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data paired sample t-test dengan bantuan SPSS 27. Hasil dari pengujian diperoleh skor signifikansi sebesar 0,036 (<0.05) yang artinya hipotesis diterima, yaitu terdapat dampak parenting education terhadap parenting sense of competence dalam mempersiapkan dewasa awal menjadi orangtua.
Cite
CITATION STYLE
Putri, P. S., Widhyastuti, C., P. S., A. D., & Stiffany, L. (2023). Dampak Parenting Education terhadap Parenting Sense of Competence dalam Mempersiapkan Dewasa Awal Menjadi Orangtua sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian dan Kesehatan Mental Keluarga. JIPSI, 5(2), 104–112. https://doi.org/10.37278/jipsi.v5i2.773
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.