KARAKTERISTIK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DAN IKAN LELE (Clarias batrachus) PADA FASE RIGOR MORTIS

  • Chandra A
N/ACitations
Citations of this article
116Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi ikan nila dan ikan lele pada fase rigor mortis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan parameter organoleptik dan derajat keasaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwapH ikan nila dan ikan lele 1,5jam setelah matiberturut-turut adalah 6.96 dan 6.67. Rata-rata nilai pH ikan nila dan ikan lele menurun 2jam setelah mati, yaitu 6.66 dan 6.45. Selanjutnya nilai rata-rata pH ikan nila dan ikan lele menurun drastis hingga pengamatan pada jam ke 14, yaitu 6.15 dan 6.06. Ikan nila dan ikan lele memasuki fase rigormortis 2jam setelah mati dan mulai memasuki fase post-rigormortis pada 12jam setelah mati. Hasil uji secara organoleptik ikan nila dan ikan lele selama 14 jam pengamatan menunjukkan tingkat kesegaran yang menurun dengan ciri-ciribola mata agak cekung, warna insang merah kecoklatan, lendir dipermukaan badan menggumpal, tekstur daging kurang elastis, dan mulai tercium bau amoniak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Chandra, A. B. (2020). KARAKTERISTIK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DAN IKAN LELE (Clarias batrachus) PADA FASE RIGOR MORTIS. JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research, 4(3), 375–378. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.9

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free