Abstract
Jacques Derrida merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam tradisi post-strukturalisme. Gagasannya tentang dekonstruksi menjadi pendekatan filosofis dan metode pembacaan kritis terhadap teks yang menantang keyakinan tentang makna yang stabil. Melalui konsep-konsep seperti différance, kritik terhadap logosentrisme, dan ungkapan "tidak ada di luar teks", Derrida menunjukkan bahwa bahasa adalah sistem yang tak pernah selesai, di mana makna selalu tertunda dan bergantung pada konteks. Esai ini membahas secara sistematis teori dekonstruksi Derrida dan kontribusinya dalam filsafat bahasa serta implikasinya dalam ilmu humaniora kontemporer.
Cite
CITATION STYLE
Subiyanto, P., & Sumartana, I. M. (2025). Jacques Derrida dan Teori Dekonstruksi: Membongkar Stabilitas Makna dalam Bahasa. Prosiding Seminar Nasional Riset Bahasa Dan Pengajaran Bahasa, 7(1), 93–97. https://doi.org/10.31940/senarilip.v7i1.93-97
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.