Abstract
Korupsi menjadi hambatan besar dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik negara, sehingga pendidikan anti-korupsi sejak dini sangat penting. Artikel ini membahas peran permainan tradisional congklak sebagai media pembelajaran dalam menanamkan nilai-nilai anti-korupsi pada generasi muda Indonesia. Artikel ini menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi) untuk mengembangkan permainan congklak yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan sportifitas. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan congklak secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai anti-korupsi. Permainan ini memberikan pengalaman interaktif yang membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai yang penting dan memahami relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Meski efektif, tantangan tetap ada, seperti kesulitan siswa muda dalam memahami aturan yang dimodifikasi dan durasi permainan yang lebih panjang. Namun, dengan modifikasi yang tepat, congklak dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan karakter, melestarikan budaya lokal, dan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara berintegritas. Penelitian ini menawarkan pendekatan inovatif dalam pendidikan anti-korupsi berbasis budaya lokal yang relevan.
Cite
CITATION STYLE
Guntoro, M. Y., Pratomo, S. A., & Ferdiana, S. G. (2024). Pengembangan Permainan Congklak Integritas sebagai Sarana Pendidikan Anti Korupsi Siswa. Journal of Moral and Civic Education, 8(2), 265–275. https://doi.org/10.24036/8851412822024847
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.