Abstract
Garam sebagai salah sumber mineral penting banyak dibutuhkan oleh masyarakat maupun industry. Dalam proses pembuatannya garam harus melalui proses pengeringan. Pengeringan di workshop garam Badan Riset Nasional (BRIN) yang masih menggunakan bahan bakar pelet kayu dinilai belum optimal karena masih adanya pemborosan waktu tunggu dan proses. Alternatif bahan bakar lain diperlukan untuk memaksimalkan proses produksi garam, salah satunya menggunakan limbah oli bekas. Pemanfaatan limbah oli bekas sebagai bahan bakar proses pengeringan garam memerlukan penyesuaian kompor, sebagai media konversi energi. Penelitian ini bertujuan merancang kompor berbahan bakar oli bekas untuk pengeringan garam industri di workshop garam BRIN. Perancangan kompor menggunakan metode French. Kompor oli bekas yang sudah dibangun dibandingkan dengan kompor pelet kayu dalam hal waktu tunggu sampai mencapai suhu pengeringan garam yang diinginkan, biaya operasional bahan bakar, dan kapasitas garam yang dihasilkan. Kompor oli berbahan dasar baja ST-44 yang berdiameter 17 cm dan tinggi 13 cm dapat mencapai suhu pengeringan 18 menit lebih cepat dibanding kompor pelet kayu tanpa perlunya supervisi proses feeding. Biaya operasional harian bahan bakar dengan oli bekas juga lebih ekonomis dengan tonase garam kering yang lebih banyak 33% dibanding menggunakan kompor pelet kayu.
Cite
CITATION STYLE
Kurniawan, H., Septiana, R., Suryanegara, L., Puspanegara, D., Rayhan, F. A., & Caniago, D. P. (2024). PERANCANGAN KOMPOR BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS UNTUK PENGERINGAN GARAM INDUSTRI. AUSTENIT, 16(1), 26–32. https://doi.org/10.53893/austenit.v16i1.8566
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.