Abstract
Kesenian Banjar sebagai bagian dari warisan budaya lokal menghadapi tantangan di era digital, terutama dalam menarik minat generasi muda. Tulisan ini menawarkan gagasan integrasi teknologi Augmented Reality (AR) sebagai langkah awal menuju pelestarian budaya berbasis metaverse. Pendekatan konseptual digunakan dengan meninjau literatur, data digital, dan studi relevan yang membahas interaksi budaya dan teknologi. Penerapan AR dalam bentuk aplikasi interaktif, filter media sosial, dan QR code budaya dapat memperkenalkan kesenian Banjar secara menyenangkan dan mudah diakses. Penggabungan elemen gamifikasi juga menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterlibatan generasi Z. Oleh karena itu, pelestarian budaya tidak harus selalu konvensional, melainkan bisa dibawa masuk ke dunia digital yang lebih imersif dan adaptif terhadap zaman. Tulisan ini merekomendasikan kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, dan pengembang teknologi dalam membangun platform edukatif dan wisata budaya berbasis AR.
Cite
CITATION STYLE
Norhaifa Norhaifa. (2025). Dari Panggung Ke Layar: Augmented Reality Sebagai Gerbang Menuju Wisata Virtual Kesenian Banjar Di Metaverse. Interdisciplinary Explorations in Research Journal, 3(2), 548–552. https://doi.org/10.62976/ierj.v3i2.1214
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.