Upaya Mitigasi dan Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Reboisasi di Desa Bilato

  • Koem S
  • Lahay R
  • Pambudi M
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permasalahan lingkungan yang penting untuk dibahas salah satunya kerusakan hutan. Kerusakan hutan akibat alih fungsi hutan sebagai perkebunan, pemukiman dan lain-lain. Sekitar 57% kerusakan hutan di Indonesia sebagian besar alih fungsi sebagai perkebunan kelapa sawit. Kondisi morfolgi desa Bilatalo sangat bervariasi mulai dataran tinggi sampai dataran rendah dan dilalui sungai Paguyaman. Desa Bilato berada dibagian hulu sungai Paguyaman yang sering dilanda banjir. Bantaran sungai Paguyaman minim dengan tutup vegetasi yang sangat rawan terjadi erosi yang mengakibatkan pendangkalan. Sungai paguyamanan berdampingan dengan lereng-lereng perbukitan. Untuk menangulangi bencana meteorologi di desa Bilato perlu diadakan reboisasi. Reboisasi dilakukan di bantaran sungai Paguyaman dan lereng-lereng perbukitan. Kegiatan pengabdian masyarakat dibagi menjadi 3 tiga tahapan, diantaranya survei lokasi, penanaman, monitoring. Kegiatan pengabdian masayarakat dilaksanakan dengan sesuai tahapan-tahapan kegiatan. Hasil dari pengabdian masyarakat upaya mitigasi dan kapasitas adaptasi perubahan iklim melaului reboisasi masyarakat lebih memahami pentingnya penanaman pohon sebagai upaya penagulangan bencana metorologi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Koem, S., Lahay, R. J., & Pambudi, M. R. (2023). Upaya Mitigasi dan Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Reboisasi di Desa Bilato. Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(5), 662–668. https://doi.org/10.59395/altifani.v3i5.479

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free