Abstract
Onggok merupakan limbah padat dari industri tapioka yang masih mengandung karbohidrat yang cukup tinggi (63- 68%). Produknya cukup melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan sebagai substrat untuk pertumbuhan mikroba yang dapat menghasilkan produk lain yang bernilai ekonomis.Makalah ini bertujuan untuk melihat perbedaan karakteriktik onggok dari sumber bahan baku yang berbeda (industri besar dan kecil) dan setelah dihidrolisis dengan asam sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tepung onggok dari industri besar mengandung kadar air, abu, lemak, protein dan pati lebih rendah, namun lebih tinggi kadar serat kasar dibandingkan tepung onggok industri kecil. Konsentrasi asam sulfat yang optimum untuk menghidrolisis onggok Ittara dan industri besar pada konsentrasi 0,4 M selama 30 menit pada suhu 121oC, menghasilkan gula reduksi sebesar 3,89 mg/ml (industri kecil) dan 2,47 mg/ml (industri besar).
Cite
CITATION STYLE
Musita, N. (2018). KAJIAN SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG ONGGOK INDUSTRI BESAR DAN INDUSTRI KECIL. Majalah TEGI, 10(1). https://doi.org/10.46559/tegi.v10i1.3990
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.