Optimalisasi Whistleblowing System Melalui Peran Whistleblower Dalam Pendeteksian Tindakan Fraud

  • Wahyuningtiyas T
  • Pramudyastuti O
N/ACitations
Citations of this article
278Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Optimalisasi whistleblowing  system terus dilakukan sebagai upaya pendekteksian pertama tindakan fraud, khususnya dalam peran whistleblower yang krusial dalam melakukan whistleblowing. Penelitian ini mengacu pada Theory of planned behavior dalam mendeksripsikan suatu Niat yang timbul pada whistleblower untuk melakukan Whistleblowing. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan literatur review. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder. Hasil penelitian menunjukan suatu simpulan yang mana penerapan Theory of planned behavior dapat dijadikan sebagai acuan dasar organisasi untuk dapat mengotimalisasikan whistleblowing  system melalui whistleblower dengan memperhatikan tiga faktor yang mempengaruhi suatu niat, diantaranya ialah Sikap, Norma Subyektif, dan Kontrol Perilaku.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahyuningtiyas, T. N., & Pramudyastuti, O. L. (2022). Optimalisasi Whistleblowing System Melalui Peran Whistleblower Dalam Pendeteksian Tindakan Fraud. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 10(2), 359–366. https://doi.org/10.37641/jiakes.v10i2.1385

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free