Partisipasi dalam Pembelajaran Klinik: Apa yang menjadi dorongan dan hambatan?

  • Susani Y
  • Rizki M
  • Putro A
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: Latar belakang: Pembelajaran di klinik menuntut mahasiswa untuk dapat aktif melakukan partisipasi. Partisipasi bukan hanya pembelajaran untuk mencapai kompetensi, namun juga mengembangkan identitas profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk partisipasi, dorongan dan hambatan dalam pendidikan di bagian klinik. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pengambilan data melalui survei. Partisipan survei adalah 102 mahasiswa dari total 129 mahasiswa pendidikan klinik. Hasil survei dianalisis secara deskriptif. Hasil jawaban pertanyaan terbuka diberikan kode dan dikelompokkan. Hasil: Keterampilan klinik paling banyak yang dilakukan mahasiswa adalah anamnesis (25 %), pemeriksaan fisik (23,1%), dan membuat diagnosis (21%) dengan setting terbanyak di poliklinik (41,3%), bangsal (28,8%), UGD (17,3%). Peran yang paling banyak adalah menjadi pelaku dalamkinerja. Hal yang mendorong maupun hambatan untuk melakukan partisipasi lebih banyak dari dalam diri sendiri. Kesimpulan: Partisipasi mahasiswa dalam pendidikan klinik memerlukan inisiasi dari mahasiswa yang didukung oleh superivisor klinik, perawat, dan tenaga kesehatan lain dalam lingkungan pendidikan klinik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Susani, Y. P., Rizki, M., & Putro, A. W. (2018). Partisipasi dalam Pembelajaran Klinik: Apa yang menjadi dorongan dan hambatan? Unram Medical Journal, 7(1), 11. https://doi.org/10.29303/jku.v7i1.166

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free