Abstract
Abstrak Latar Belakang : Shoulder impingement syndrome biasa disingkat SIS merupakan adanya dorongan di antara acromion dan tuberositas humerus pada tendon otot supraspinatus. Terjadinya kelemahan otot rotator cuff, otot keseimbangan, kesalahan fungsi glenohumeral, proses penuaan dan inflamasi dari tendon atau bursa merapakan penyebab impingement syndrome. Gangguan shoulder impingement syndrome berhubungan dengan penggunaan berlebihan pada bahu. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian yang bersifat Quasi-Eksperimental dengan pendekatan Two Group Pre Test-Post Test Design. Penelitian ini berjumlah 15 orang responden perkelompok Intervensi yaitu kelompok USGM dan USPRE. Maka sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 30 responden Hasil : Hasil penelitian pada uji statistik perbedaan LGS dan nyeri VAS sebelum dan sesudah melakukan intervensi USGM dan USPRE dengan uji Paired t-test, didapatkan p value kurang dari 0,05 bahwa terdapat peningkatan Signifikan pada kedua intervensi tersebut. Hasil uji beda nilai LGS dan VAS sesudah intervensi dengan uji Independent Sampel T-test,menghasilkan p value lebih dari 0,05 sebesar 0,500 min – 0,923 max yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada peningkatan lingkup gerak sendi dan penurunan nyeri. Simpulan : Kedua Intervensi USGM dan USPRE terbukti mampu meningkatkan lingkup gerak sendi dan menurunkan nyeri pada penderita SIS. Tidak terdapat perbedaan efektivitas yang bermakna signifikan antara USGM dan USPRE dalam meningkatkan lingkup gerak sendi dan menurunkan nyeri.
Cite
CITATION STYLE
Achirda, N., Aji, H. A., & Laksono, A. B. B. (2023). PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GLENOHUMERAL MOBILIZATION DAN PRONE RAISE EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN LINGKUP GERAK SENDI DAN NYERI SHOULDER PENDERITA SHOULDER IMPINGEMENT SYNDROME. Jurnal Fisioterapi Dan Kesehatan Indonesia, 3(1), 169–182. https://doi.org/10.59946/jfki.2023.175
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.