PERLAKUAN AKUNTANSI ASET BERSEJARAH DALAM LAPORAN KEUANGAN STUDI PADA MUSEUM DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR

  • Tome M
  • Demu Y
N/ACitations
Citations of this article
54Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Aset bersejarah ditafsirkan sebagai peninggalan masa lalu yang memiliki keunikannya sendiri dan memiliki nilai-nilai artistik, budaya dan sejarah yang pantas untuk dilestarikan dan dilestarikan, dan digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, budaya, lingkungan, dan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlakuan akuntansi dalam laporan keuangan aset bersejarah di Museum Regional NTT. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta data sekunder yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hal pengakuan, Museum Regional NTT akan mengenali koleksi / temuan sebagai aset bersejarah berdasarkan pertimbangan dari konservator. Sedangkan dalam praktik akuntansi, tidak ada metode penilaian yang disepakati dalam penilaian aset historis, serta Dinas Kebudayaan Provinsi NTT sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas Museum Regional NTT, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2010 tentang Pemerintah Standar Akuntansi (SAP), belum memenuhi standar No. 07, karena belum membuat penyajian dan pengungkapan aset historis dalam catatan atas laporan keuangan (CaLK). Kata kunci: Aset warisan, pengakuan, penilaian, pengungkapan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tome, M. S. D., & Demu, Y. (2020). PERLAKUAN AKUNTANSI ASET BERSEJARAH DALAM LAPORAN KEUANGAN STUDI PADA MUSEUM DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR. JURNAL AKUNTANSI : TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS, 8(1), 11–18. https://doi.org/10.35508/jak.v8i1.2362

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free