Abstract
Toxic Positivity dikenal sebagai konsep promosi berlebihan terhadap kebahagiaan. Konsep ini percaya bahwa tetap positif dengan mengabaikan emosi negatif adalah solusi yang tepat dalam menghadapi masalah. Miskonsepsi mengenai konsep untuk tetap positif ini tentulah tidak sesuai dengan fakta bahwa emosi negatif sejatinya tidak bisa dihindarkan dari kehidupan manusia. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini berfokus pada pengalaman subyektif atau psikologis dua korban toxic positivity dalam kehidupan relasi sosial mereka, dimulai dari apa tanggapan, perasaan dan dampak yang muncul ketika mendapatkan toxic positivity. Hasil temuan menunjukkan bahwa toxic positivity dianggap sebagai respon motivasi yang tidak sesuai. Pemberian respon toxic positivity memunculkan perasaan tidak dipahami, marah dan kecewa, dampak negatif bukan hanya fisik namun juga pada psikologis korban. Pelakunya dianggap datang dari individu yang tidak pernah mengalami permasalahan yang sama sebelumnya dan minim empati. Selain itu, kalimat toxic positivity ditemukan pula pada verbal abuse.
Cite
CITATION STYLE
Kojongian, M. G. R., & Wibowo, D. H. (2022). Toxic Positivity: Sisi Lain dari Konsep untuk Selalu Positif dalam Segala Kondisi. Psychopreneur Journal, 6(1), 10–25. https://doi.org/10.37715/psy.v6i1.2493
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.