Abstract
ABSTRAK Jemaat GMIT Glorya Tuatuka dalam perjalanan sejarahnya telah menempuh usianya yang ke-80 tahun pada 19 September 2021. Jemaat ini berada di Kelurahan Tuatuka, Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari konteks Kelurahan Tuatuka menjadi tempat di mana anggota Jemaat GMIT Glorya Tuatuka bertumbuh dan berkembang. Persekutuan anggota Jemaat GMIT Glorya Tuatuka sudah ada sejak 80 tahun yang lalu. Jemaat ini berdiri pada 19 September tahun 1941. Saat itu, Pdt. H. Haning membaptis 25 orang anggota jemaat Tuatuka. Ia tinggal di Babau dan hanya memimpin sakramen, sementara ibadah lainnya dipimpin oleh Penanggung Jawab, karena terbatasnya tenaga pelayan, dan wilayah pelayanan sangat luas. Jemaat ini semula beribadah di Babau, meudian ke Mukeana (Kefetoran Am Abi Oefeto), ke Gunoedale/Tuatuka Lama, dan berdiri sebagai suatu persekutuan baru di Tuatuka (Laku). Selanjutnya, pelayanan sakramen dilayani secara bergantian oleh para pendeta: P. Huandao (1927-1931), H. Haning (1931-1945), M.P. Haba (1946-1948), D.E. Liman (1949-1950), E.P. Amtiran (1954-1957), Markus Manafe (1957-1958), Guru Jumat Elias Hautias, dan Guru Jemaat S.P. Eluama. Sejak pemandiriannya pada tahun 1970-an – sekarang, jemaat ini dilayani oleh delapan orang Pendeta. Dengan demikian, selama 80 tahun, anggota Jemaat GMIT Glorya Tuatuaka telah dilayani oleh 16 orang pendeta. Anggota jemaat ini bermula dengan 37 Kepala Keluarga, dan sekarang berjumlah 224 kepala keluarga. Kehadirannya berdampak pada bidang kerohanian/kegerejaan, sosial-ekonomi, politik, pendidikan, adat-istiadat dan kebudayaan. Kata Kunci: Dampak Kehadiran, Kehadiran Jemaat, Gereja dan Masyarakat
Cite
CITATION STYLE
Hawu Haba, Y. D., & Pada, M. R. A. (2022). DAMPAK KEHADIRAN JEMAAT GLORYA TUATUKA BAGI MASYARAKAT SEKITARNYA. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 5(1), 28–40. https://doi.org/10.47457/phr.v5i1.237
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.