Eksistensi Lopis Raksasa sebagai Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Kota Pekalongan

  • Anggraeni D
  • Faizatul Adzima
  • Zafiroh Afiani
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tradisi Lokal yang berkembang di masyarakat memiliki nilai-nilai kearifan yang mengakar yang menjadi karakter dalam sebuah masyarakat sehingga tradisi tersebut dapat eksis. Penelitian ini mengkaji mengenai eksistensi tradisi  Lopis  Raksasa  sebagai penguatan moderasi beragama berbasis budaya lokal dengan lokus penelitian di Kota Pekalongan. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan pendekatan etnografi guna menggali lebih dalam terkait dengan makna dan keberlangsungan sebuah tradisi yang mengakar di masyarakat. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa kota Pekalongan memiliki tradisi lokal yang saat ini masih dilestarikan pasca lebaran Idul Fitri tepatnya pada bulan Syawal yang selanjutnya disebut dengan tradisi Syawalan. Eksistensi dari tradisi Lopis Raksasa tidak terlepas dari pemaknaan akan nilai-nilai simbolis yang terkandung di dalam tradisi Lopis Raksasa. Praktik-praktik moderasi beragama yang aktif melalui kebersamaan dan persaudaraan yang diwujudkan melalui tradisi Lopis Raksasa dapat menjadi sumbangan terhadap nilai-nilai hidup yang harmoni.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anggraeni, D., Faizatul Adzima, & Zafiroh Afiani. (2024). Eksistensi Lopis Raksasa sebagai Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Kota Pekalongan. Mozaic : Islam Nusantara, 10(2), 143–154. https://doi.org/10.47776/mozaic.v10i2.1419

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free