Abstract
Kawasan Heritage Gajah Mada, yang terletak di pusat Kota Denpasar, menghadapi tantangan modernisasi yang memengaruhi keberlanjutan fungsi dan nilai historisnya. Penelitian ini mengkaji implementasi adaptive reuse pada bangunan komersial di kawasan tersebut, dengan fokus pada prinsip dasar dan implikasinya terhadap pelestarian serta pengembangan kota. Metode yang digunakan adalah kualitatif komparatif, dengan membandingkan variabel-variabel terkait transformasi fisik dan fungsional bangunan sejak sebelum terjadinya perubahan dengan kondisi terkini. Hasil penelitian menunjukkan dominasi penerapan teknik replacement atau penggantian elemen fisik bangunan dan ruang dalam di Kawasan Heritage Gajah Mada Denpasar yang menyesuaikan dengan fungsi baru bangunan tanpa merubah keseluruhan fisik bangunan. Selain itu, diketahui adanya kriteria desain yang tetap dijaga dalam transformasi bentuk bangunan dengan pendekatan adaptive reuse di kawasan ini, meliputi nilai budaya dan peraturan setempat; akulturasi budaya Bali, Tionghoa dan Kolonial Belanda yang tercermin pada gaya bangunan, serta mempertahankan fungsi komersial bangunan. Temuan ini menegaskan bahwa adaptive reuse tidak hanya berperan dalam pelestarian visual dan arsitektural, tetapi juga dalam mengakomodasi perubahan sosial dan ekonomi di kawasan heritage perkotaan.Sebagai kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan heritage sejak 2008, Kawasan Heritage Gajah Mada Denpasar tidak terlepas dari tantangan modernisasi. Kawasan yang sejak periode kerajaan hingga pemerintahan kolonial Belanda terkenal sebagai sentra perdagangan kebutuhan pokok warga Kota Denpasar ini lambat laun turut menghadapi pergeseran gaya hidup dan kebutuhan ruang warga kota. Ruko-ruko yang semula digunakan untuk menjual kebutuhan pokok, satu per satu tutup dan kembali buka dengan fungsi berbeda. Agar citra kawasan heritage tidak luntur, maka perlu dikaji implementasi penerapan adaptive reuse pada desain bangunan di Kawasan Heritage Gajah Mada Denpasar yang mengalami perubahan fungsi usaha. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif komparatif ini menjawab bahwa dalam implementasinya, adaptive reuse di kawasan ini diterapkan dengan melakukan penambahan, pengurangan, serta penggantian elemen fisik bangunan dan furniture agar sesuai dengan kebutuhan fungsi usaha tanpa merubah fisik bangunan secara masif, Dengan demikian, pendekatan adaptive reuse merupakan jawaban untuk tantangan dalam adaptasi bangunan heritage di tengah pergeseran ekonomi maupun sosial masyarakat.
Cite
CITATION STYLE
Zakharia, N. M. A. M. B. (2025). PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE PADA BANGUNAN KOMERSIAL DI KAWASAN HERITAGE GAJAH MADA DENPASAR. DESA - DESIGN AND ARCHITECTURE JOURNAL, 6(1), 38–47. https://doi.org/10.34010/desa.v6i1.17347
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.